🕋
Shalat Gerhana (Kusuf & Khusuf)
Sumber: Hadits riwayat Bukhari (no. 1044).أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ / لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatan likusuufisy syamsi / likhusuufil qamari rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya: Aku niat shalat sunnah gerhana matahari (Kusuf) / gerhana bulan (Khusuf) dua rakaat karena Allah Ta'ala.
"Di masa lalu, gerhana dianggap tanda kematian tokoh besar atau mitos naga menelan matahari. Nabi membantahnya. Gerhana hanyalah tanda kebesaran Allah untuk mengingatkan manusia akan hari kiamat. Ketakutan itu diubah menjadi gerakan sujud."
Tata Cara Unik:
Shalat gerhana sangat unik karena dikerjakan 2 rakaat, namun setiap rakaat memiliki 2 kali ruku' dan 2 kali berdiri (membaca Al-Fatihah).
- Takbiratul ihram & membaca Al-Fatihah + Surat panjang.
- Ruku' (diperpanjang).
- I'tidal (bangkit dari ruku'), namun tidak langsung sujud. Baca Al-Fatihah lagi + Surat.
- Ruku' kedua (lebih singkat dari ruku' pertama).
- I'tidal kedua, lalu sujud 2 kali seperti biasa. (Ini baru dihitung 1 rakaat).
- Lakukan rakaat kedua sama seperti rakaat pertama. Setelah salam, imam menyampaikan khutbah.
Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)
Jumlah ruku' dalam shalat Gerhana:
- Jumhur Ulama (Syafi'i, Maliki, Hambali): 2 ruku' setiap rakaat (sebagaimana tata cara di atas). Ini yang paling disepakati keshahihannya.
- Madzhab Hanafi: Shalat gerhana sama persis seperti shalat sunnah biasa (hanya 1 ruku' setiap rakaat). Mereka menganggap tambahan ruku' dalam hadits gerhana dimansukh (dihapus hukumnya).