Tukang Sepatu yang Hajinya Diterima Tanpa Berangkat ke Mekkah
Kisah Hikmah & Nalar Teras •
Suatu ketika, seorang ulama terkemuka bernama Abdullah bin Mubarak tertidur usai melaksanakan ibadah haji. Dalam mimpinya, ia mendengar percakapan dua malaikat. Malaikat pertama bertanya, "Berapa banyak yang haji tahun ini?" Malaikat kedua menjawab, "Enam ratus ribu orang. Namun semuanya ditolak, kecuali pahala haji milik Muwaffaq, seorang tukang sepatu di Damaskus yang bahkan tidak berangkat haji."
Terkejut dengan mimpi itu, Abdullah bin Mubarak mencari Muwaffaq di Damaskus. Saat bertemu, ia bertanya amalan apa yang dilakukan sang tukang sepatu.
Muwaffaq bercerita bahwa ia telah menabung bertahun-tahun untuk naik haji. Suatu hari, istrinya yang sedang hamil mencium aroma daging panggang dari rumah tetangganya dan memintanya untuk meminta sedikit.
Ketika Muwaffaq mengetuk pintu tetangganya, sang tetangga menangis dan berkata, "Daging ini halal bagi kami, tetapi haram bagi kalian. Anak-anakku sudah berhari-hari tidak makan hingga nyaris mati. Aku menemukan bangkai keledai dan memanggangnya sekadar untuk menyambung nyawa."
Mendengar hal itu, hati Muwaffaq hancur. Ia berlari pulang, mengambil seluruh tabungan hajinya, dan memberikannya kepada tetangga tersebut seraya berkata, "Gunakan ini untuk keluargamu. Inilah hajiku."
Tafakur Nalar Teras: Terkadang, tujuan yang kita impikan dan rencanakan terhalang oleh keadaan di luar kendali kita. Namun, kebijaksanaan sejati adalah melihat panggilan kebaikan yang ada tepat di depan mata. Muwaffaq melepaskan egonya untuk bergelar "Haji" demi tugas kemanusiaan yang mendesak. Tindakan nyata yang selaras dengan akal budi selalu bernilai di mata Tuhan.