🕋
Panduan Shalat Hajat
Sumber: Hadits Abdullah bin Aufa (HR. Tirmidzi no. 479).أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya: Aku niat shalat sunnah Hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala.
"Shalat Hajat ibarat menyerahkan proposal langsung ke 'Pusat'. Jauh lebih elegan meminta kepada Dzat Yang Kekayaan-Nya tanpa batas daripada mengemis pada manusia."
Tata Cara:
- Mengerjakan shalat 2 hingga 12 rakaat.
- Setelah salam, sujud kembali dan baca tasbih serta shalawat.
- Sampaikan hajat/keinginan di dalam hati saat sujud, lalu baca Doa Hajat setelah duduk.
Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)
Terkait Keabsahan (Derajat) Dalil Shalat Hajat:
- Mayoritas Ulama Fikih (Terutama Syafi'iyah): Mensunnahkan Shalat Hajat secara khusus. Meskipun haditsnya dinilai dhaif (lemah) oleh sebagian ahli hadits, namun ia boleh diamalkan untuk Fadha'ilul A'mal (keutamaan amal).
- Sebagian Ulama Hadits & Salaf: Tidak ada shalat khusus yang bernama "Shalat Hajat". Jika memiliki hajat, cukup kerjakan shalat sunnah mutlak biasa, shalat Dhuha, atau Tahajud, lalu berdoalah di waktu tersebut.