Logo
DAFTAR ARTIKEL
🛡️

Merdeka dari Penilaian Manusia

Filsafat Sosial • 10 April 2026

"Jangan biarkan ketenangan batinmu dirampas oleh lisan orang lain. Jadikan ridha Allah sebagai satu-satunya tujuan."

Banyak dari kita yang tanpa sadar memenjarakan diri sendiri di dalam pikiran orang lain. Kita bertindak, berpakaian, bahkan bekerja sering kali hanya untuk mencari validasi, pujian, atau untuk menghindari gunjingan masyarakat sekitar.

NALAR TERAS:
Marcus Aurelius menulis dalam jurnalnya, "Sungguh aneh bahwa kita semua lebih mencintai diri kita sendiri daripada orang lain, namun kita lebih menghargai pendapat orang lain tentang kita dibandingkan pendapat kita sendiri." Jika seseorang mencacimu, cacian itu hanyalah getaran udara. Ia tidak akan melukaimu kecuali kamu mengizinkan pikiranmu untuk merasa terluka.

TAFAKUR ISLAMI:
Dalam Islam, mencari rida manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai, dan sering kali berujung pada kekecewaan. Imam Syafi'i pernah berkata, "Rida manusia adalah tujuan yang tak bisa digapai. Maka sibukkanlah dirimu dengan apa yang bermanfaat bagimu, dan tinggalkan selainnya."

Tingkatkan kualitas keikhlasan kita. Bekerjalah yang benar, layani keluarga dan masyarakat dengan baik karena Allah semata (Lillahita'ala). Orang mau memuji, Alhamdulillah. Orang mau mencaci, tidak akan mengurangi nilai kita di mata Sang Pencipta. Jika niatmu sudah benar, omongan miring tak akan mampu menembus perisai ketenangan jiwamu.

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

👤

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳