🕋
Panduan Shalat Dhuha
Sumber: Hadits Abu Hurairah (HR. Bukhari no. 1981) tentang wasiat shalat Dhuha.أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya: Aku niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.
"Shalat Dhuha adalah wujud rasa syukur atas datangnya pagi. Kita menyicil rezeki bukan hanya dengan keringat, tetapi juga dengan ketundukan doa."
Waktu & Tata Cara:
- Waktu: Dikerjakan setelah matahari terbit (sekitar 15 menit setelah syuruq) hingga 15 menit sebelum waktu Dzuhur.
- Dikerjakan dengan salam setiap 2 rakaat. Disunnahkan membaca Surah As-Syams / Al-Kafirun pada rakaat pertama, dan Ad-Dhuha / Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)
Terkait Jumlah Maksimal Rakaat Shalat Dhuha:
- Madzhab Syafi'i, Maliki, & Hambali: Maksimal 8 rakaat. Berdasarkan hadits Ummu Hani bahwa Nabi SAW shalat dhuha 8 rakaat saat Fathu Makkah.
- Sebagian Ulama (termasuk Al-Ruyani): Maksimal 12 rakaat. Berdasarkan hadits riwayat Tirmidzi yang menyebutkan pahala istana di surga bagi yang shalat dhuha 12 rakaat.
- Ibn Jarir & Asy-Syaukani: Tidak ada batasan maksimal. Boleh dikerjakan berapapun rakaatnya selama masih dalam waktu dhuha.
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ...
"Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka..."
"Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu..."