Pelajaran Sabar dari Lereng Sumbing: Menunggu Waktu-Nya
Alam & Spiritualitas • 13 April 2026
Ketika kita duduk di gubug yang terletak dipemantang sawah sambil memandang gagahnya Gunung Sumbing yang berselimut kabut, ada sebuah pelajaran besar tentang sebuah Kesabaran yang tidak pernah dia ucapkan.
Sabar: Antara Menunggu dan Berproses
Seringkali, hidup begitu tergesa-gesa, semua terasa diburu oleh waktu. Ingin cepat sukses, kita pengen pekerjaan kita cepat selesai dan segera mendapatkan hasil dari pekerjaan kita. namun ketika apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang ada didalamm angan kita, kita akan stres dan iri terhadap apa yang diperoleh orang lain.
NALAR TERAS: Epictetus pernah menyampaikan bahwa tidak ada hal yang besar itu datang dari hal instan. Seperti pohon anggur atau padi, semua butuh waktu untuk tumbuh, berbunga, berbuah baru kemudian bisa dipanen. Kalau ingin hasil yang baik, bukan hanya menunggu kita juga harus mengorbakan daya dan biaya pada prosesnya.
وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا
"Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami."
(QS. At-Thur: 48)
Menikmati Jalur Pendakian
Hidup itu seperti pendakian sebuah gunung. jika kita hanya fokus untuk ke puncaknya, kita akan kehilangan keindahan pemandangan dan pelajaran selala proses pendakian. Meskipun jalan pendakian menanjak dan melelahkan, itua adalah bagian dari proses yang seharusnya menjadi nikmat kita.
- Sabar Itu Aktif: Sabar bukan berarti hanya berpangku tangan, namun tetap bergerak walaupun perlahan agar tetap dijalur yang diinginkan.
- Percaya Skenario-Nya: Jika saat ini belum nampak jelas, percayalah Allah sedang menyiapkan hasil yang lebih indah di saat yang pas.
Maka dari itu, tetaplah tersenyum disetiap hari. Lakukan semampumu, dan pasrahkan sisanya kapada Allah.