Logo
🕋

Panduan Shalat Witir

Sumber: Hadits riwayat Bukhari & Muslim: 'Allah itu Witir (Ganjil) dan menyukai yang ganjil.'

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ / رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatal witri rak'ataini / rak'atan lillaahi ta'aalaa."

Artinya: Aku niat shalat sunnah Witir dua rakaat / satu rakaat karena Allah Ta'ala.

"Shalat Witir menjadi stempel penutup ibadah malam kita. Menyerahkan seluruh hasil hari ini kepada Sang Ganjil sebelum kita berserah dalam lelapnya tidur."

Ketentuan & Waktu:

  • Dikerjakan setelah shalat Isya hingga menjelang fajar.
  • Jumlah rakaat harus ganjil (1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat).

Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)

Tata cara pelaksanaan Witir 3 Rakaat:

  • Madzhab Syafi'i, Maliki, & Hambali: Dianjurkan dikerjakan dengan 2 rakaat salam, lalu ditambah 1 rakaat salam (dipisah). Jika ingin digabung 3 rakaat sekaligus, maka cukup dilakukan dengan 1 Tasyahud saja (di rakaat terakhir) agar tidak menyerupai shalat Maghrib.
  • Madzhab Hanafi: Dikerjakan 3 rakaat dengan 1 salam dan 2 tasyahud (persis seperti shalat Maghrib). Bedanya, di rakaat ketiga wajib membaca surat setelah Al-Fatihah.

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

👤

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳