🕋
Panduan Shalat Tahajud
Sumber: QS. Al-Isra ayat 79 tentang perintah qiyamul lail.أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya: Aku niat shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala.
"Waktu malam adalah waktu yang paling jernih untuk menerapkan Nalar Teras. Saat orang lain terlelap, kita bangun merancang hari esok dan berdialog dengan Dzat Yang Tidak Pernah Tidur."
Tata Cara:
- Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 02.00 dini hari hingga menjelang adzan Subuh).
- Dikerjakan minimal 2 rakaat, dianjurkan memanjangkan ruku' dan sujud. Diakhiri dengan shalat Witir.
Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)
Apakah syarat sah Shalat Tahajud harus tidur terlebih dahulu?
- Jumhur Ulama (Termasuk Madzhab Syafi'i): Wajib tidur terlebih dahulu. Kata Tahajud secara bahasa berarti "bangun dari tidur". Jika dikerjakan sebelum tidur, maka disebut shalat sunnah mutlak atau Qiyamul Lail biasa, bukan Tahajud.
- Sebagian Ulama (Pendapat Lemah): Tidak harus tidur. Seluruh shalat sunnah yang dikerjakan setelah shalat Isya' pada malam hari sudah bisa disebut Tahajud. Namun, untuk kehati-hatian, pendapat pertama lebih ditekankan.