Kaki yang Diamputasi dan Syukur 'Urwah bin Zubair
Kisah Hikmah & Nalar Teras •
'Urwah bin Zubair, seorang ulama besar dari kalangan Tabi'in, pernah mengalami ujian yang sangat berat. Kakinya terkena penyakit yang menyebar dengan cepat (gangren), sehingga tabib memutuskan kakinya harus diamputasi agar nyawanya selamat.
Di masa itu belum ada obat bius. 'Urwah menolak meminum khamr untuk menghilangkan rasa sakit. Ia justru meminta agar kakinya dipotong saat ia sedang tenggelam dalam shalat malamnya.
Belum kering luka amputasi itu, datanglah kabar duka lain: putra kesayangannya meninggal dunia akibat ditendang oleh seekor kuda.
Dalam kondisi kehilangan kaki dan kehilangan anak dalam waktu bersamaan, 'Urwah menengadah ke langit dan mengucapkan kalimat yang menggetarkan sejarah:
"Ya Allah, Engkau telah memberiku empat anak, lalu Engkau mengambil satu dan menyisakan tiga untukku. Engkau memberiku empat anggota badan (tangan dan kaki), lalu Engkau mengambil satu dan menyisakan tiga untukku. Jika Engkau mengambil, Engkau pun telah memberi. Jika Engkau menguji, Engkau pun telah menyembuhkan."
Tafakur Nalar Teras: Dalam Stoikisme, kita diajarkan untuk fokus pada apa yang masih kita miliki, bukan meratapi apa yang hilang. 'Urwah mempraktikkan "Amor Fati" (Mencintai Takdir) versi Islami dengan tingkat tertinggi. Ia mengembalikan segalanya kepada Sang Pemilik Sejati dengan kelapangan dada yang luar biasa.