Seni Tawakkal: Membebaskan Diri dari Penilaian Manusia
Mentalitas • 5 April 2026
Dalam hidup bermasyarakat, kita sering kali merasa stres dan gelisah karena terlalu memikirkan apa kata orang. Kita takut dinilai buruk, takut digunjing, dan akhirnya hidup dalam penjara opini publik.
Al-Qur'an memberikan obat penawar yang luar biasa. Allah berfirman: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal..." (QS. At-Taubah: 129).
Belajar dari Kisah Tha'if
Ingatlah ketika Nabi Muhammad SAW pergi ke Tha'if untuk berdakwah. Alih-alih disambut, beliau dilempari batu hingga kakinya berdarah. Malaikat penjaga gunung bahkan menawarkan untuk menimpakan gunung ke penduduk Tha'if.
Namun Nabi menolak. Beliau tidak peduli pada penolakan dan hinaan manusia, karena orientasinya hanya ridha Allah. Beliau justru mendoakan, "Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui."
Menjadikan Allah sebagai satu-satunya juri dalam hidup akan memerdekakan batin kita. Biarkan anjing menggonggong, selama kita berada di jalan syariat, teruslah melangkah dengan senyuman.