🕋
Panduan Sujud Sahwi
Sumber: Hadits riwayat Bukhari (no. 1224) & Muslim.سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
"Subhaana man laa yanaamu wa laa yashuu."
Artinya: Maha Suci Dzat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.
"Manusia tempatnya salah dan lupa (Human Error). Sujud Sahwi adalah mekanisme pemulihan (recovery) spiritual agar ibadah kita tetap utuh meski akal kita sempat terdistraksi."
Penyebab Sujud Sahwi:
- Ragu dengan jumlah rakaat (misal: ragu sudah 3 atau 4 rakaat). Ambil jumlah yang paling sedikit, lalu tambah 1 rakaat, dan sujud sahwi.
- Meninggalkan Sunnah Ab'adl (seperti lupa tahiyat awal atau lupa doa qunut bagi madzhab Syafi'i).
- Kelebihan rakaat, ruku', atau sujud karena lupa.
Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)
Kapan Sujud Sahwi dilakukan? Sebelum atau sesudah Salam?
- Madzhab Syafi'i: Semua bentuk sujud sahwi dilakukan sebelum salam (setelah tasyahud akhir).
- Madzhab Hanafi: Semua bentuk sujud sahwi dilakukan sesudah salam pertama (salam ke kanan, lalu sujud 2 kali, lalu tasyahud lagi, lalu salam sempurna).
- Madzhab Maliki & Hambali: Dirinci. Jika lupanya karena kekurangan rakaat/sunnah, dilakukan sebelum salam. Jika lupanya karena kelebihan rakaat, dilakukan sesudah salam.