Logo
🕋

Shalat Istisqa' (Meminta Hujan)

Sumber: Hadits riwayat Bukhari (no. 1012) & Muslim.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

"Ushalli sunnatal istisqaa-i rak'ataini lillaahi ta'aalaa."

Artinya: Aku niat shalat sunnah meminta hujan dua rakaat karena Allah Ta'ala.

"Kemarau panjang adalah teguran alam. Shalat Istisqa' adalah deklarasi kerendahan hati secara massal. Kepala daerah, tokoh agama, hingga rakyat biasa turun ke tanah lapang, mengakui dosa, dan mengemis rahmat air dari langit."

Tata Cara Pelaksanaan:

  • Pemimpin menganjurkan masyarakat berpuasa 3 hari sebelumnya, bertaubat, dan menghentikan kezaliman.
  • Pada hari yang ditentukan, keluar menuju tanah lapang dengan pakaian sederhana (tidak mewah), menunjukkan sikap butuh dan hina di hadapan Tuhan.
  • Dikerjakan 2 rakaat. Rakaat pertama 7x takbir, rakaat kedua 5x takbir (mirip shalat Idul Fitri).
  • Imam berkhutbah. Di pertengahan khutbah, imam membalik selendang/sorbannya (yang kanan ke kiri, atas ke bawah) sebagai simbol harapan Allah membalikkan keadaan dari kemarau menjadi subur.

Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)

Waktu Pelaksanaan Khutbah Istisqa':

  • Madzhab Syafi'i & Maliki: Khutbah dilakukan setelah shalat (seperti shalat Idul Fitri).
  • Sebagian Ulama Hambali & Hadits: Khutbah dilakukan sebelum shalat. Karena dalam beberapa riwayat, Nabi SAW berkhutbah dan berdoa dulu, baru kemudian beliau turun mimbar dan mengimami shalat 2 rakaat.

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

👤

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳