Logo
DAFTAR ARTIKEL
⚖️

Menggenggam Dunia di Tangan: Mentalitas Abdurrahman bin Auf

Kehidupan • 9 April 2026

"Jadikanlah dunia di tanganmu agar mudah kau lepaskan, jangan letakkan ia di hatimu agar kau tak hancur saat ia pergi."

Banyak yang salah paham bahwa menjadi relijius berarti harus miskin dan membenci harta. Padahal, harta di tangan orang yang beriman dan cerdas akan menjadi fasilitas ibadah yang sangat dahsyat.

"Tunjukkan Saja Letak Pasarnya"

Abdurrahman bin Auf r.a. adalah seorang milyarder di Makkah. Saat hijrah ke Madinah, ia meninggalkan seluruh hartanya demi mempertahankan iman. Ia tiba di Madinah dengan status miskin total.

Sa'ad bin Rabi', saudara angkatnya dari kaum Anshar yang juga kaya raya, menawarkan setengah hartanya secara cuma-cuma. Apa respons Abdurrahman? Ia menolak dengan halus dan bermartabat. Ia hanya meminta satu hal: "Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu. Tunjukkan saja kepadaku di mana letak pasarnya."

  • Kemandirian Total: Ia memulai dari nol dengan berniaga kecil-kecilan. Berkat insting bisnis dan kejujurannya, dalam waktu singkat ia kembali menjadi salah satu sahabat paling kaya di Madinah.
  • Hati yang Merdeka: Meski kaya raya, hatinya tidak terikat pada hartanya. Suatu hari, kafilah dagangnya yang membawa 700 ekor unta penuh barang dagangan tiba. Saat istrinya memberi tahu bahwa Aisyah r.a. memuji kedermawanannya, Abdurrahman bin Auf langsung menyedekahkan seluruh 700 unta beserta isinya di jalan Allah.

Inilah puncak kemerdekaan finansial. Mencari rezeki dengan kerja keras dan cerdas, namun saat Allah memintanya kembali, ia melepaskannya semudah membalikkan telapak tangan. Dunia hanya mampir di tangannya, bukan bertahta di hatinya.

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

👤

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳