Zikrul Maut: Mengingat Kematian Sebagai Cambuk Semangat
Renungan • 5 April 2026
Mengingat kematian (Zikrul Maut) dalam Islam bukanlah sarana untuk menjadi pesimis atau depresi. Sebaliknya, ia adalah terapi mental paling manjur untuk menyembuhkan penyakit menunda-nunda amal (prokrastinasi) dan kelalaian duniawi.
Allah berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu..." (QS. Ali Imran: 185).
Meluruskan Prioritas Hidup
Saat Ibnu Umar r.a. ditanya oleh seseorang, ia memberikan petuah yang menggetarkan hati: "Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum masa sakitmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu." (HR. Bukhari).
- Apakah kita masih akan menunda shalat ashar hanya demi menyelesaikan obrolan kosong?
- Apakah kita masih gengsi meminta maaf kepada saudara jika kita tahu besok kita sudah dikafani?
Jadikan kematian sebagai cermin. Saat kita berkaca padanya, segala kesombongan, kedengkian, dan ambisi buta akan langsung rontok, menyisakan semangat untuk segera berbuat baik hari ini juga.