Logo
DAFTAR ARTIKEL
🛡️

Seni Menghadapi Karakter Sulit: Teladan Sabar Sang Nabi

Kepemimpinan • 5 April 2026

"Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka, lebih besar pahalanya daripada yang mengasingkan diri. (HR. Tirmidzi)"

Sebagai pelayan masyarakat di kantor desa, Kang Mas pasti sering berhadapan dengan warga yang emosional, banyak menuntut, atau sulit diberi pengertian. Rasanya pasti ingin marah dan membalas dengan nada tinggi.

Kisah Badui yang Kasar

Anas bin Malik menceritakan sebuah kisah luar biasa. Suatu hari ia berjalan bersama Rasulullah SAW yang sedang mengenakan selendang Najran bertepi kasar. Tiba-tiba, seorang Arab Badui menarik selendang Nabi dengan sangat kuat, hingga Anas melihat ada bekas goresan merah di leher Nabi yang mulia.

Badui itu dengan kasar berkata, "Wahai Muhammad! Berikanlah kepadaku harta Allah yang ada padamu!"

Nabi tidak menamparnya. Beliau juga tidak memanggil sahabat untuk memenjarakan orang itu. Nabi menoleh ke arah Badui tersebut, tertawa kecil, lalu menyuruh sahabat untuk memberikan gandum kepadanya. (HR. Bukhari & Muslim).

  • Balas Keburukan dengan Kebaikan: Firman Allah, "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia." (QS. Fushshilat: 34).
  • Orang yang marah sebenarnya sedang memamerkan kekerdilan jiwanya. Jangan membalasnya, turunkan egomu, dan layani dengan profesional.

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

👤

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳