Ridha bil Qada: Mencintai Ketetapan Allah Meski Terasa Pahit
Tafakur • 5 April 2026
Kehilangan harta, kegagalan proyek, atau kepergian orang tercinta seringkali meremukkan batin. Penderitaan terberat sebenarnya bukan berasal dari musibah itu sendiri, melainkan dari penolakan kita terhadap realitas (tidak terima dengan takdir).
Al-Qur'an mengunci hal ini dengan kaidah emas: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 216).
Hikmah di Balik Badai
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada satu pun keletihan, penyakit, kesedihan, hingga duri yang menusuk seorang mukmin, melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penebus dosa-dosanya (HR. Bukhari).
- Terima Realitas: Akui musibah tersebut dengan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
- Husnudzon kepada Allah: Yakini bahwa Sang Maha Pengasih tidak pernah salah memberikan resep kehidupan untuk hamba-Nya.
Ridha bil Qada membuat kita tangguh. Kita tidak lagi meratapi "Kenapa ini terjadi?", tapi fokus mencari tahu "Apa hikmah yang Allah titipkan lewat kejadian ini?"