🕋
Batas Waktu Subuh (Fajar Shadiq vs Kadzib)
Sumber: Hadits riwayat Muslim tentang waktu shalat."Perjalanan mentari adalah kepastian matematis dari Tuhan. Namun, mata manusia memiliki keterbatasan dalam memverifikasi cahaya fajar di ufuk timur, di situlah letak rahmat perbedaan."
Catatan Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat)
Penentuan posisi matahari di ufuk timur (-20 derajat vs -18 derajat):
- Kemenag RI (Mayoritas Masjid): Menggunakan standar -20 derajat. Waktu subuh (dan imsak) dimulai sedikit lebih awal berdasarkan ijtihad dan observasi lama.
- Muhammadiyah & Beberapa Lembaga Astronomi: Berdasarkan riset optik terbaru, waktu fajar shadiq baru benar-benar muncul pada posisi -18 derajat (selisih sekitar 8 menit lebih lambat dari jadwal Kemenag).
💡 Catatan Kebijaksanaan: Jangan jadikan selisih 8 menit ini bahan pertengkaran. Jika Anda mengacu pada -18 derajat, Anda bisa menunda shalat Subuh sejenak setelah adzan berkumandang. Dan untuk puasa, berhentilah makan mengikuti jadwal yang lebih awal (-20 derajat) demi kehati-hatian (ihtiyat).