Logo
πŸ•‹

Mandi Sunnah Hari Jumat

Sumber: Hadits riwayat Bukhari (no. 877) dan Muslim.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ§Ω„Ω’ΨΊΩΨ³Ω’Ω„ΩŽ Ω„ΩΨ­ΩΨΆΩΩˆΩ’Ψ±Ω Ψ΅ΩŽΩ„ΩŽΨ§Ψ©Ω Ψ§Ω„Ω’Ψ¬ΩΩ…ΩΨΉΩŽΨ©Ω Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

"Nawaitul ghusla lihudhuuri shalaatil jumu'ati sunnatan lillaahi ta'aalaa."

Artinya: Aku niat mandi untuk menghadiri shalat Jumat, sunnah karena Allah Ta'ala.

"Hari Jumat adalah Hari Raya mingguan umat Islam. Mandi Jumat bukan sekadar ibadah vertikal, tapi juga ibadah sosial (menjaga agar aroma tubuh kita tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lain)."

Tata Cara & Kesunnahannya:

  • Tata cara mandinya sama persis dengan mandi wajib (mengguyur seluruh tubuh).
  • Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbit fajar (Subuh) hari Jumat, hingga menjelang berangkat ke masjid.
  • Disunnahkan memakai wewangian (bagi laki-laki), memotong kuku, dan merapikan kumis/rambut.

Contoh Ikhtilaf (Perbedaan Pendapat Ulama)

Apakah hukum Mandi Jumat itu Wajib atau Sunnah?

  • Mayoritas Ulama (Syafi'i, Maliki, Hanafi): Hukumnya Sunnah Muakkad (sangat dianjurkan). Ini didasarkan pada hadits: "Barangsiapa berwudhu pada hari Jumat, maka itu baik. Dan barangsiapa mandi, maka mandi itu lebih utama."
  • Sebagian Ulama (Dzahiri & Hambali): Hukumnya Wajib bagi orang yang akan shalat Jumat. Berdasarkan hadits yang tegas: "Mandi hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh."

Wonten Klentu Seratan?

Menawi wonten kesalahan harokat utawi terjemahan, mangga kersoa paring masukan.

πŸ‘€

Admin Bilik Tafakur

Siap melayani masukan & sapaan

Memuat percakapan... ⏳